Monday, July 19, 2010

5 LANGKAH MENERIMA KEKURANGAN PASANGAN

ARGUS    DIGITAL CAMERA        Sudah menjadi kodrat bahwa manusia harus hidup berpasangan. Al Qur’an menyuratkan dengan jelas, bagi para lelaki yang telah mampu, disunnahkan untuk mencari pendamping hidupnya, dan demikian juga sebaliknya. Dengan kata lain, apapun alasannya, siapapun dia tak luput membutuhkan teman hidup. Permasalahannya sekarang, ketika pasangan itu telah hadir.


Dalam kehidupan, biasanya kita sering tak dapat menerima kekurangannya. Apakah pasangan kita mempunyai cacat tubuh atau, egois, suka melawan, tak mau bersolek serta segudang kekurangan lain yang membuat kita prihatin. Padahal hati sudah terpaut. Cinta kadang melekat.
Tapi tetap saja, perasaan tak mau menerima kekurangan pasangan selalu saja membayangi. Timbul rasa was-was, bijakkah memutuskan hubungan hanya karena kekurangan tersebut?, pepatah klasik Yunani mengatakan:
” Lebih baik belajar mencintai dari pada membenci, karena cinta dapat memberi kan segalanya, tanpa cinta segalanya jadi tak berarti apa-apa ”.

PASANGAN ANDA MAHLUK PALING SEMPURNA
Kesalah pahaman mengartikan “sempurna” sering terjadi, banyak yang menyangka, manusia tak ada yang sempurna. Tapi yang benar, manusia sempurna sepanjang ia sadar bahwa dirinya jiwa, bukan jasad. Jiwa kita suci, sedangkan Jasad kotor karena dipengaruhi oleh hawa nafsu.
Segala bentuk kekurangan yang nampak sepertinya menghancurkan derajat kita, tapi kehancuran itu hanya sepanjang fisik bukan hakekat yang sebenarnya. Dan semua kekurangan itu tak pernah menurunkan kesempurnaan yang ada pada diri atau pasangan kita.
Yakinlah, nilai seseorang tidak dapat dilihat dari bentuk fisik, limpahan materi atau jabatan, tetapi dari kebaikan dan tingkah lakunya, seperti yang tertuang dalam syair Arab:
” Tidak sedikit jumlah manusia yang mulia karena akhlaknya. Barang siapa bangga karena harta dan keturunan ia hina. Marilah kita bangga karena ilmu dan kesopanan, jangan pandang orang lain karena bajunya, kalau mau tahu, pandanglah akhlaknya(ABUL ATHIYAH)

KEKURANGAN ITU POTENSI YANG TERSEMBUNYI
Sadarilah, tak seorang pun memiliki watak positif dalam semua bentuk yang sempurna. Pasti ada kelemahan dan kekurangannya. Inilah fitrah sekaligus seni dan kebenaran yang tak dapat ditolak. Permasalahannya, bukan apa saja kekurangan diri dari pasangan kita, tetapi sejauh mana kita bisa menerima dan mencintai apa adanya sebagaimana Tuhan yang telah memang menentukan demikian.
Sebenarnya jika kita teliti, justru semua kekurangan itu potensi yang harus disyukuri. Pasangan yang suka marah-marah mengajarkan kita bagaimana bersabar, kekasih yang cacat tubuh memberi hikmah bagaimana Tuhan menguji ketulusan cinta kita, sang istri yang suka cemberut memberi tanda sejauh mana perhatian kita padanya dan masih banyak lagi yang lainya. Maafkan kesalahan dan menerima semua bentuk cacat yang disandangnya, sebagaimana Alexander Pope mengukir cintanya yang sejati dalam kata mutiara :
” To Error is Human but to Forgive Devine “
(Bersalah sifat manusia tetapi mamaafkan adalah sifat Ilahi)

KENDALIKAN PEMAHAMAN JIWANYA LEWAT KATA
“ Entah kendi yang membentur batu atau batu yang menghajar kendi, walau bagaimanapun kendilah yang hancur ”.
Sebuah pepatah manis Carvantes, yang berkaitan antara perasaan dan perkataan. Bahwa kata-kata negatif yang terucap ibarat batu yang membrondong ”kendi-kendi perasaan” pasangan kita sendiri. Tak jadi masalah siapa yang lebih dahulu memulai, kendi atau batu, tetapi pada akhirnya, hatilah yang terluka.

Untuk menerima kekurangan pasangan jangan sekali-kali menggunakan kata-kata yang menyakitkan (penghinaan), karena kata itu bisa melukai hati, seperti petikan Eclesias, ” :
” Lecutan lidah bisa meremukkan tulang-tulang. Memang banyak manusia terkapar dengan pedang, tapi tidak semenderita karena ulah lidah “.

CIPTAKAN JANJI UNTUK SALING MEMPERBAIKI DIRI
Pada dasarnya kita adalah mahluk yang terbentuk dari kebiasaan, bahkan kebiasaan itu sendiri seperti program yang bisa diisi ulang sesuai dengan yang kita inginkan. Tak terkecuali mengisi ulang watak dan tabiat pasangan. Caranya hampir sama dengan diatas, namun disini ada perjanjian (Komitmen).

TANYAKAN SIFAT-SIFAT BURUK YANG TIDAK IA SUKAI DARI ANDA. DEMIKIAN SEBALIKNYA
Patuhilah perjanjian itu dengan hukum yang diciptakan bersama. Misalnya jika salah satu ada yang melanggar maka hukumannya mentraktir nonton atau beli es krim. Ciptakan kebiasaan ini tiap minggu, karena pembentukan program terjadi waktu itu.
Jika anda berdua menerapkan cara ini, bukan saja menambah kesenangan hidup bersama, tapi juga benar-benar menyelesaikan masalah yang sesungguhnya, atau siap menerima kekurangan pasangan.
Yakinilah rasa cinta jauh lebih berharga daripada uang. “ Wanita yang baik mempunyai keteguhan pria sedangkan pria yang baik memiliki kelembuatan hati wanita “.

Sudahkah anda mengintropeksi diri sebelum menilai pasangan?

 

Source : http://luxonalex.netii.net

No comments:

Post a Comment